Im not talking about star wars, Im not a fan tho.
Ini kejadiannya sih sudah beberapa bulan lalu, but i always think about it, dan akhirnya saya mutusin buat share, lewat blog ini.
But first let me say Merry 'super-late' Christmas to all of you who celebrate it, and Happy belated New Year :)
Ok,
ehm... have you ever noticed bagaimana cara kalian mengetik? Ada tanda baca khusus yang selalu kalian pakai?
kalian memperhatikan atau tidak, tapi saya sering memakai tanda -> '...' yes, 3 titik diakhir kalimat/kata. Saya pikir itu cuma, err... apa yah the way of writing? gaya menulis saja.
Sampai suatu hari saya chatting dengan seseorang, he's a 14 y.o boy from US and he have a lot of interest in psychologist, he likes to get to know about people personality through their words, the way they typed their chats, sort of lah ya... and yes bisa ditebak sepanjang chatting untuk pertama kalinya itu (jangan tanya dari mana saya bisa kenal, it's a another and long story), dia ternyata 'menganalisa' apa yg saya sampaikan, dan entah bagaimana saya seperti dengan enteng 'membuka' diri, saya pertama pikir, well he's a stranger so i think it's really Ok to talk about it... tapi ternyata bukan itu, dia punya kemampuan sih ternyata untuk mancing saya berbicara lebih jauh lagi.
jadi kayak gini, in the middle our chat yah, suddenly dia bilang, (percakapannya kurang lebih kayak gini, and with my senin-kemis english of course) :
+ : kamu sadar atau tidak seberapa banyak tanda '...' yang sudah kamu pakai?
- : (saya hanya jawab sekenanya) tidak ada yang salah dengan itu
+ : memang tidak ada yang salah, tapi dengan itu saya tau masih ada yang belum tuntas
- : maksudnya? (disini saya mulai lumayan takut, jangan2 nih anak cenayang)
+ : menurut buku yg saya baca seseorang yg menuliskan '...' diakhir kata/kalimat menandakan ada sesuatu yang masih ingin disampaikan tapi kemudian dengan alasan tertentu tidak jadi diungkapkan.
(and the moment he said it, saat itu juga saya menganga... literally)
- : tapi itu hanya gaya menulis saja (saya coba ngeles)
+ : yah dan itu lumayan menjelaskan, bahwa begitu banyak yang ingin kamu bilang sebenarnya tapi menurut kamu tidak ada orang yang cukup peka atau jeli untuk merasakan kalau ada sesuatu yang salah, jadi mungkin ceritamu akan berakhir mengambang dan jadi hal sambil lalu saja
(saat dia sudah bilang seperti itu, rasanya pengen cabut modem deh, dan pura2 ada gangguan koneksi)
+ : (dan dia lanjutin lagi) makanya saya tau kapan saya harus lanjut bertanya lebih jauh dan di pernyataan yang mana, hanya tinggal melihat dimana letak '...' ini.
- : tapi itu kebiasaan, saya terbiasa menggunakan '...'
+ : berarti kamu terlalu banyak nyimpan masalah sendiri
Oh, hanya karena masalah '...' dia jadi tau tentang saya, se simple itu.
Karena sudah lumayan lama chat, dan semakin lama saya semakin penasaran sama dia, gaya berbicaranya lain dan saya jadi seperti nemu kawan lama. Akhirnya saya tanya siapa nama aslinya, awalanya dia tidak mau mengaku dan selalu berusaha mengganti topik, setiap dia mengganti topik, ok saya ladeni, tapi berikutnya saya nanya lagi sampai dia akhirnya bilang, bahwa saya tidak akan percaya kalau dia menyebutkan nama aslinya.
- : i dont judge people, come on, you already know my name, and i do wanna know yours
+ : Oh you do judge people Mo. (rasanya mau pites layar laptop waktu dia bilang ini)
- : I just want to know your name, is that hard? We even didn't know each other in real life, so it's nothin to lose
+ : okay but don't laugh! I give you a clue, starwars.
- : dunno, Im not a starwars fan
+ : it's Anakin
(sumpah wktu dia ngaku namanya saya agak2 takut ya, you know, untung dia ga bilang Yoda. Saya sampai nanya beberapa kali dia lagi ga bercanda kan, dan dia bilang tidak)
+ : blame my dad, he's a number one fan of star wars
- : you're full of surprise, anything else?
+ : and I'm 14 y.o, not 21, Im sorry, i thought if i said my age you wont stay and chat with me (dia awalnya bilang umurnya tuh 21 tahun, sampai di detik2 akhir baru ngaku kalo umurnya 14)
- : you're the one who judge people
(dan kemudian kita berdebat tentang hal lain lagi)
and so on...
let say, setelah itu kita jadi temenan, saat Online YM kalo liat dia juga lagi OL, paling tidak say hi dan nanya kabar, kadang sambil cerita tapi belakangan ini saya sudah jarang ol YM, dan tiap saya oL dia yang tidak online.
The moral of the story yang saya tangkap sebenarnya, age it's just a number, tidak diperlukan orang tua berjanggut panjang untuk kasih eye-opened moment, hal-hal simple yang luput dari perhatian juga bisa kok membuka pikiran.
Just like him, a very thoughtful 14 y.o boy (bagaimana ga thoughtful coba, bacaannya buku psikologi sih -__- )
how I describe my blog...
this is just my personal blog, my daily, my stupidity, my fun, my friends, my fams, my sadness, my happiness, my love, my hate, my (random) things, my LIFE...
why so???
because this is MY BLOG... do what i want, write what i like, share what i love...
so don't read it...lol XD...
why so???
because this is MY BLOG... do what i want, write what i like, share what i love...
so don't read it...lol XD...
Anakin and Me
1/05/2011 | Posted by Monika at 1/05/2011 | Labels: itu yang disebut aneh, momow's mind
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)





0 comments:
Poskan Komentar